Kamis, 20 Oktober 2016

SISTEM PAKAR UNTUK DIAGNOSA PENYAKIT JANTUNG DENGAN METODE FORWARD CHAINING BERBASIS DESKTOP

ABSTRAKSI
Kesehatan merupakan hal yang paling berharga bagi manusia, karena siapa saja dapat mengalami gangguan kesehatan khususnya penyakit jantung. Kebanyakan masyarakat awam sangat kurang memperhatikan kesehatan, mereka enggan memeriksakan kesehatan jantungnya karena kurangnya pelayanan terhadap pasien, kurangnya tenaga medis khususnya dokter spesialis jantung serta jam kerja dokter yang terbatas. Sehingga perlunya suatu teknologi yang mampu mengadopsi cara berfikir manusia yaitu teknologi kecerdasan buatan. Sistem pakar merupakan salah satu dari teknologi kecerdasan buatan. Sistem pakar ini dibuat sebagai sarana untuk membantu dokter dalam mendiagnosa dan penata laksanaan terhadap pasien. Aplikasi ini dibuat menggunakan metode inferensi Forward Chaining dengan bahasa pemrograman Java dan MySQL sebagai basis datanya. Penelitian ini akan menghasilkan aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit jantung dengan keluaran berupa kemungkinan penyakit disertai persentasenya. Diharapkan dibuatnya sistem pakar ini akan
membantu dan mempercepat kerja dokter jantung dalam mendiagnosa awal penyakit jantung.

A. PENDAHULUAN
Penyakit jantung menduduki peringkat teratas penyebab kematian dibandingkan stroke, kanker paruparu, kanker payudara, dan AIDS. Kebanyakan masyarakat awam sangat kurang memperhatikan kesehatan, terutama kesehatan jantung. Mereka enggan memeriksakan kesehatan jantungnya karena kurangnya pelayanan terhadap pasien, kurangnya tenaga medis khususnya dokter spesialis jantung serta jam kerja dokter yang terbatas. Sehingga perlunya suatu teknologi yang mampu mengadopsi cara berfikir manusia yaitu teknologi kecerdasan buatan. Sistem pakar merupakan salah satu dari teknologi kecerdasan buatan. Sistem pakar ini dibuat sebagai sarana untuk membantu mendiagnosa dan penata laksanaan terhadap pasien. Dengan adanya aplikasi ini bukan berarti menghilangkan ataupun menggantikan peran dari seorang pakar, ahli dan dokter spesialis jantung di rumah sakit, tetapi dapat lebih memasyarakatkan pengetahuan para pakar / ahli / dokter penyakit jantung melalui aplikasi ini, serta pasien dapat mengetahui langsung bagaimana cara mengidentifikasikan jenis penyakit jantung berdasarkan gejala yang dirasakan pasien. Peran dokter masih diperlukan untuk membenarkan serta dilakukannya pemeriksaan lanjutan terhadap penyakit pasien jika diperlukan. Sehingga dengan adanya sistem ini dapat mempermudah dan mempercepat kinerja dokter dalam mendiagnosa awal penyakit jantung yang diderita oleh pasien. Dengan menggunakan sistem pakar diharapkan dapat mempercepat dalam mendiagnosa suatu jenis penyakit jantung , sehingga dapat dengan mudah diketahui jenis penyakit tersebut. Selain itu sebagai suatu alternatif solusi untuk mengatasi masalah yang dialami oleh dokter dan petugas kesehatan.

B. METODE PENELITIAN
Metode yang akan digunakan dalam membangun sistem pakar diagnosa penyakit jantung adalah metode waterfall seperti yang diilustrasikan pada Gambar 1.

Adapun penjelasan dari tahapanpenelitian waterfall, sebagai berikut :
1. Persiapan dan pengumpulan data, yaitu Melakukan persiapan sebelum melakukan pengumpulan data, kemudian melakukan studi pustaka untuk mencari dan mempelajari tentang sistem pakar, metode Forward Chaining, dan mencari informasi tentang penyakit jantung, selanjutnya melakukan pengamatan secara langsung dan melakukan wawancara dengan dokter residen jantung Dr. Tuko Srimulyo di RSUD Dr. Moewardi untuk mengetahui informasi yang dibutuhkan secara akurat.

2. Analisa sistem, yaitu melakukan analisa sistem sesuai data dan permasalahan yang telah
dikumpulkan sebelumnya, guna sebagai acuan yang digunakan untuk merancang sistem sesuai dengan kebutuhan.

3. Perancangan sistem, yaitu merupakan tahap penulisan, data, aliran proses dan hubungan antar data yang paling optimal serta mengimplementasikan ke dalam bentuk software sehingga memenuhi kebutuhan pihak yang terkait sesuai dengan hasil analisa kebutuhan.

4. Implementasi sistem, yaitu merupakan tahap mengimplementasikan sistem atau melakukan proses coding berdasarkan rancangan yang telah dibuat sebelumnya sesuai kebutuhan pihak yang terkait.

5. Pengujian sistem, yaitu merupakan tahap pengujian terhadap sistem yang telah dibuat,
dan mengevaluasi kekurangan serta kelebihan sistem tersebut.

6. Menyusun laporan, yaitu merupakan tahapan akhir, penulisan laporan pada hasil penelitian.

C. HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Halaman Login
Halaman Login merupakan halaman awal yang muncul sebelum masuk ke dalam sistem. Halaman login terdiri dari 1 pilihan status yaitu status sebagai admin. Seorang admin diharuskan mengisikan username dan password yang sesuai. Tombol “login” digunakan untuk melakukan eksekusi masuk ke sistem, sedangkan tombol “Exit” digunakan untuk keluar dari halaman login dan kembali ke menu utama. Halaman login dapat dilihat pada gambar 2.
Gambar 2. Halaman login




B. Halaman Isian Data Pasien
Halaman isian data pasien adalah halaman yang digunakan oleh pasien untuk mengisi data diri sebelum melakukan diagnosa penyakit menggunakan sistem pakar. Data diri tersebut terdiri dari nama, umur, jenis kelamin dan alamat. Halaman isian data pasien dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3. Form Isian Data Pasien

C. Halaman Admin
Halaman admin ini akan ditampilkan jika proses login telah dilakukan dan berhasil. Halaman admin memiliki beberapa menu yaitu menu penyakit, gejala, pasien, diagnosa dan menu user. Halaman utama admin dapat dilihat pada Gambar 4.
Gambar 4. Halaman Admin


D. Halaman Data Penyakit
Halaman data penyakit digunakan admin untuk menambah data penyakit baru yang belum ada dalam aplikasi sistem pakar. Tombol “Tambah” untuk menambah data penyakit baru, tombol “Insert” untuk menyimpan data penyakit baru kedalam database dan muncul pada tabel penyakit. Tombol “Edit” digunakan untuk mengubah data penyakit yang sudah ada dalam sistem, tombol “Hapus” digunakan untuk menghapus data penyakit, tombol “refresh” digunakan untuk mengembalikan form seperti awal lagi, sedangkan tombol “Batal” digunakan untuk membatalkan data yang belum jadi ditambahkan. Halaman data penyakit dapat dilihat pada Gambar 5.
Gambar 5. Halaman Data Penyakit

E. Halaman Data Gejala
Halaman data gejala digunakan untuk menambah data gejala baru yang belum ada dalam sistem. Admin juga dapat melakukan perubahan data, penghapusan data dan penyimpanan. Halaman data gejala dapat dilihat pada Gambar 6.
Gambar 6. Halaman Data Gejala

f. Halaman Data Pasien
Halaman data pasien digunakan untuk melihat semua data pasien yang melakukan diagnosapenyakit menggunakan aplikasi sistem pakar tersebut. Admin dapat melakukan pencarian data pasien dengan mengisi “nama pasien” yang dicari kemudian menekan tombol “Cari” maka data pasien yang dicari akan muncul. Halaman data pasien dapat dilihat pada Gambar 7.
Gambar 7. Halaman Data Pasien


G. Halaman Riwayat Diagnosa
Halaman riwayat diagnosa digunakan untuk melihat semua data hasil diagnosa yang telah dilakukan oleh pasien. Admin dapat melihat data detail pasien dengan mengklik salah satu nama pasien kemudian menekan tombol”Cek Data Pribadi” maka data pasien akan muncul. Halaman riwayat diagnosa dapat dilihat pada Gambar 8.
Gambar 8. Halaman riwayat Diagnosa

H. Halaman Data User
Halaman data user digunakan untuk mengelola data user yang dapat masuk ke sistem pakar. Admin dapat menambahkan data user dengan mengisi form seperti nama, password dan status secara lengkap kwmudian menyimpannya dalam database. Halaman data user dapat dilihat pada Gambar 9.
Gambar 9. Halaman Data User
I. Pengujian Diagnosa
Dilakukan proses diagnosa dengan memberikan beberapa gejala yang dirasakan pasien yaitu nyeri dada, nyeri dada terasa berat/ditindih/dihimpit didaerah retrosternal menjalar kelengan kiri, leher terasa tercekik, merokok, diabetes/penyakit gula, keringat dingin dan lemas, batuk yang persisten, keringat dingin dan pingsan. Dapat dilihat pada Gambar 10 di bawah ini :
Gambar 10. Tampilan Diagnosa

Selanjutnya sistem akan melakukan perhitungan persentase dan kemungkinan penyakit yang
diderita. Pada diagnosa 1 ini didapatkan hasil diagnosa dengan kemungkinan penyakit “Sindrom Koroner Akut” dengan nilai kepercayaan 69%, dapat dilihat pada Gambar 11. Printout hasil diagnosa user dapat dilihat pada Gambar 12.
Gambar 11. Hasil diagnosa
Gambar 12. Printout Hasil Diagnosa

D. PENGUJIAN
Pengujian diperlukan untuk mengetahui penilaian user mengenai baik dan buruknya aplikasi sistem pakar ini. Kuisioner ditujukan kepada dokter dan 10 responden. Hasil kuisoner menurut dokter adalah sebagai berikut :
1. Aplikasi sistem pakar untuk diagnosa penyakti jantung menghasilkan diagnosa yang
sesuai dengan apa yang dilakukan oleh dokter karena disesuaikan dengan pengetahuan dokter.
2. Dokter merasa terbantu dengan adanya aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit jantung karena sistem akan menyimpan pengetahuan dokter dan membantu serta mempercepat dalam proses diagnosa awal penyakit pasien sehingga dapat dilakukan pengobatan dan pencegahan secara dini. Grafik kuisioner yang ditujukan kepada 10 responden adalah sebagai berikut, dapat dilihat pada Gambar 13.
Gambar 13. Grafik Kuisioner Responden

E. KESIMPULAN & SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan perancangan,pembuatan dan implementasi sistem pakar untuk diagnosa penyakit jantung dengan metode forward chaining dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Pembuatan aplikasi sistem pakar untuk diagnosa penyakit jantung menggunakan bahasa
pemrograman Java, serta MySQL sebagai basis datanya. Agar hasil diagnosa dapat akurat perancang menggunakan metode “Forward Chaining”.

2. Analisis hasil pengujian program dan analisis hasil kuisioner dibagikan kepada 10 responden yang terdiri dari pakar dan masyarakat umum. Pada hasil pengujian program, output sudah sesuai dengan yang diharapkan perancang, dimana nilai persantase untuk penyakit yang dihasilkan sistem sama dengan hasil perhitungan manual menggunakan metode “Forward Chaining” sehingga keakuratannya sudah sesuai dengan yang diharapkan oleh pakar. Sedangkan hasil analisis terhadap responden, responden memberikan penilaian positif terhadap aplikasi yaitu sudah cukup baik. Artinya masyarakat setuju bahwa aplikasi ini bermanfaat.

3. Aplikasi sistem pakar ini membantu dan mempercepat kerja dokter dalam melakukan diagnosa awal terhadap penyakit pasien sehingga dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan, pengobatan serta pencegahan sedini mungkin.





Saran
1. Perlunya kerjasama dengan pakar penyakit jantung untuk mengembangkan aplikasi sistem
pakar diagnosa penyakit jantung agar basis pengetahuan dan hasil diagnosa lebih akurat lagi.

2. Dalam tahapan penentuan metode inferensi dan penentuan nilai persentase, untuk peneliti
selanjutnya diharapkan mempersiapkan terlebih dahulu analisis yang tepat dan mempelajari metode yang ada agar tahap perancangan dapat berjalan lancar dan tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama.

3. Sistem pakar ini merupakan aplikasi berbasis desktop hanya dapat di implementasikan di Rumah Sakit saja, sehingga untuk  peneliti selanjutnya diharapkan dapat membuat aplikasi sistem pakar untuk mendiagnosa penyakit jantung yang dapat di akses secara online kapanpun dan dimanapun.





















DAFTAR PUSTAKA
Haroen, T. Renardi dan Kasiman, Sutomo. 1992. “Pengantar Kardiologi”. Jakarta: Widya Medika.
Irwan, Muhammad S.ked dkk. 2008. “Penatalaksana Demam Reumatik”. Pekanbaru, Riau : Faculty of Medicine-University of Riau.
Mulyadi M. Djer dan Madiyono, Bambang. 2000, Desember. “Petunjuk Praktis – Tatalaksana Penyakit Jantung Bawaan”. Vol. 2, No. 3, Hal. 155 – 162. Jakarta : Sari Pediatri.
Kertohoesodo, Soehardo. 1987. “Pengantar Kardiologi”. Jakarta : Universitas Indonesia.
Kurniawan, Dedi, 2009. ‘Sistem Pakar Pendiagnosa Penyakit Berbasis Web’. Tugas Akhir. Jawa Barat: Universitas Indonesia.
Kusumadewi, Sri. 2003. “Artificial Intelegence (Teknik dan Aplikasinya)”. Yogyakarta : Graha Ilmu.
Pedoman Diagnosa dan Terapi LAB/UPF Ilmu Penyakit Jantung. 1994. Surabaya : Fak Kedokteran Universitas Airlangga.
Permana, Andrean Yuda. 2011. “Pengertian MySQL” [Online], Tersedia dalam : <http://www.storydig.co.cc/2010/08/pengertianmysql.html>.
Richard S, Snell. 2006. “Anatomi klinik untuk mahasiswa kedokteran” [Online]. edisi 6. Jakarta : EGC, Tersedia dalam : http://calondokter11.blogspot.com/2012/07/anatomi-cardiovascularjantung jantung.html.
Ruen, Afriani, 2012, ‘Implementasi Forward Chaining untuk Diagnosa Penyakit Jantung’. Tugas Akhir. Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo.
Saputra, Andri, 2011, ‘Sistem Pakar Indentifikasi Penyakit Paru-Paru pada Manusia Menggunakan Pemrograman Visual Basic 6.0’. Jurnal STMIK PalComTech Palembang. Volume 1,No.3.



SUMBER:
eprints.ums.ac.id/32712/12/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf




Senin, 03 Oktober 2016

Grafik Komputer & Pengolahan Citra

Grafik Komputer & Pengolahan Citra
A. Grafik Komputer

Grafik komputer adalah bagian dari ilmu komputer yang berkaitan dengan pembuatan da manipulasi gambar (visual) secara digital.Bentuk sederhana dari grafika komputer adalah grafika komputer 2D yang kemudian berkembang menjadi grafika komputer 3D, pemrosesan citra (image processing), dan pengenalan pola (pattern recognition). Grafika komputer sering dikenal juga dengan istilah visualisasi data.
Grafika komputer dapat digunakan di berbagai bidang kehidupan sehari-hari, mulai dari bidang seni, sains, bisnis, pendidikan dan juga hiburan. Berikut adalah bidang aplikasi spesifik dari grafika komputer:
1Bidang Pendidikan
communication-presentation-skills-home.jpgGrafik komputer pada pendidikan digunakan untuk mempresentasikan objek-objek pada siswa secara nyata, dapat melalui power point ataupun software lainnya.











2. Bidang Perancangan
Pada bidang ini grafik komputer digunakan untuk membuat berbagai desain dan model objek yang akan dibuat. Misalnya digunakan untuk mendesain suatu arsitektur bangunan,desain kendaraan, komputer, alat elektronik dan lainnya.
               a. Computer Aided Design (CAD) 
CAD adalah alat bantu berbasis komputer yang digunakan dalam proses analisis dam desain, khususnya untuk sistem arsitektural dan engineering. 




b.Computer Art
Computer art adalah penggunaan komputer grafis untuk menghasilkan karya-karya seni. Hasil dapat berupa kartun, potret, foto, layout media cetak, logo, lukisan abstrak, desain interior atau eksterior, dan lain sebagainya. Contoh: Adobe Photoshop, Corel Painter, GIMP.



3. Bidang Hiburan
Dalam pembuatan film animasi grafik komputer digunakan untuk membuat visual effect, karakter dan animasi-animasi yang menarik.

4. Video Game
    Video Game adalah permainan yang melibatkan interaksi dengan user interface untuk menghasilkan umpan balik berupa visualisasi pada perangkat video.
     


B. Pengolahan Citra
Pengolahan citra merupakan proses memperbaiki atau melakukan transformasi suatu citra/gambar menjadi citra lain dengan menggunakan teknik tertentu.
Contoh implementasi pengolahan citra yaitu:
           a. Bidang Medis



b. Bidang Militer

c. Bidang Perdagangan

SUMBER:



Kamis, 14 April 2016

Service Transition

SERVICE TRANSITION
(TRANSISI LAYANAN)
Transisi Layanan berkaitan dengan menjembatani kesenjangan sehingga berjalan lancar, memastikan bahwa persyaratan operasional sepenuhnya dipertimbangkan dan dipenuhi sebelum ada sesuatu yang berpindah ke dalam lingkungan secara langsung. Transisi Layanan juga bertanggung jawab untuk pemusnahan dan penghapusan layanan yang tidak lagi diperlukan.
Kelancaran transisi dicapai dengan mengambil paket desain layanan baru atau yang telah dirubah dari tahap layanan desain, pengujian untuk memastikan bahwa benar telah memenuhi kebutuhan bisnis, dan menggunakan itu dalam lingkungan produksi.

Maksud dari Transisi Layanan adalah :
  • Menetapkan harapan pelanggan tentang bagaimana layanan baru atau layanan yang telah dirubah akan memungkinkan perubahan bisnis;
  • Memungkinkan pelanggan untuk mengintegrasikan dengan lancar ke dalam bisnis mereka proses dan layanan;
  • Mengurangi variasi dalam kinerja memprediksi dan aktual dari layanan setelah mereka diperkenalkan;
  • Mengurangi kesalahan yang diketahui dan meminimalisir resiko dari perubahan;
  • Memastikan bahwa layanan dapat digunakan kapanpun diperlukan.

Tujuannya adalah untuk:
  • Merencanakan dan mengelola sumber daya untuk memperkenalkan dan mengaktifkan layanan baru atau layanan yang telah dirubah dengan lingkungan secara langsung dalam memprediksi biaya, kualitas dan waktu perkiraan;
  • Meminimalkan dampak yang tidak dapat diprediksikan pada Layanan produksi, operasi dan dukungan organisasi;
  • Peningkatan pelanggan, pengguna dan manajemen pelayanan staf kepuasan dengan penyebaran layanan baru atau yang telah dirubah, termasuk komunikasi, rilis dokumentasi, pelatihan dan transfer pengetahuan;
  • Peningkatan penggunaan yang benar dari layanan dan aplikasi yang mendasari dan solusi teknologi;
  • Memberikan rencana yang jelas dan komprehensif yang memungkinkan keselarasan antara bisnis dan Transisi Layanan.

Layanan validasi dan pengujian

Tujuan dari validasi layanan dan pengujian adalah untuk memastikan bahwa layanan baru atau yang telah dirubah dan proses perilisannya terkait akan memenuhi kebutuhan bisnis tersebut dengan biaya yang disepakati.


Perubahan Evaluasi
Evaluasi adalah proses generik yang mempertimbangkan apakah kinerja sesuatu yang diterima, nilai uang, sesuai dengan tujuan dan apakah pelaksanaan dapat dilanjutkan berdasarkan didefinisikan dan disepakati kriteria.

Transisi Layanan perlu memastikan bahwa setiap implikasi seperti dipertimbangkan dan diperlukan perhatian dari para pemegang saham terkait untuk memastikan bahwa organisasi siap untuk menerima dan menggunakan layanan baru ketika diperkenalkan.

Sabtu, 07 November 2015

Konflik Organisasi


Konflik Organisasi

v  Pengertian Konflik Organisasi
Konflik Organisasi ialah adanya perbedaan pendapat, tujuan, persepsi antara dua orang atau lebih atau antar kelompok. Biasanya terjadi karna mempunyai tujuan dan pendapat yang berbeda dalam mengambil suatu keputusan untuk organisasi, atau bersaing untuk memenuhi target dengan cara masing –masing atau berbeda-beda.
v  Jenis-jenis Konflik
Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :
              
1. Konflik dalam diri individu, yang terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang pekerjaan yang dia harapkan untuk melaksanakannya, bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan, atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.

2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama. Hal ini sering disebabkan oleh perbedaan- perbedaan kepribadian. Konflik ini juga berasal dari adanya konflik antar peranan seperti antara manajer dan bawahan.

3. Konflik antar individu dan kelompok, yang berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka, seperti seorang individu dihukum atau diasingkan oleh kelompok kerjanya karena melanggar norma- norma kelompok.

4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama, Karena terjadi pertentangan kepentingan antar kelompok.

5. Konflik antar organisasi, yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara. Konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, harga- harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya yang lebih efisien.

v  Sumber- Sumber Konflik

Faktor- faktor penyebab konflik beraneka ragam, yaitu:

1. Komunikasi: pengertian yang berkenaan dengan kalimat, bahasa yang sulit dimengerti atau informasi yang mendua dan tidak lengkap serta gaya individu manajer yang tidak konsisten.

2. Struktur: Pertarungan kekuasaan antar departemen dengan kepentingan- kepentingan atau sistem penilaian yang bertentangan, persaingan untuk memperebutkan sumber daya yang terbatas, atau saling ketergantungan dua atau lebih kelompok- kelompok kegiatan kerja untuk mencapai tujuan mereka.

3. Pribadi: ketidaksesuaian tujuan atau nilai- nilai social pribadi karyawan dengan perilaku yang diperankan pada jabatan mereka dan perbedaan dalam nilai- nilai atau persepsi.

4. Kelangkaan sumber daya dan dana yang langka. Hal ini karena suatu individu atau organisasi yang memiliki sumber daya dan dana yang terbatas.

5. Saling ketergantungan pekerjaan.

6. Ketergantungan pekerjaan satu arah. Berbeda dengan sebelumnya, ketergantungan pekerjaan satu arah berarti bahwa keseimbangan kekuasaan telah bergeser, konflik pasti lebih tinggi karena unit yang dominan mempunyai dorongan yang sedikit saja untuk bekerja sama dengan unit yang berada di bawahnya.

7. Ketidakjelasan tanggung jawab atau yurisdiksi. Dalam hal tertentu, pada dasarnya orang memang tidak ingin bertanggung jawab, terlebih mengenai hal- hal yang berakibat tidak atau kurang menguntungkan. Apabila hal ini menyangkut beberapa pihak dan masing- masing tidak mau bertanggung jawab maka kejadian seperti ini dapat menimbulkan konflik.

8. Tidak keterbukaan terhadap satu sama lain

9. Tidak saling percaya antara satu sama lain dalam organisasi.

10. Ketidak jelasan pola pengambilan keputusan, pola pendelegasian wewenang, mekanisme kerja dan pembagian tugas.

11. Kelompok pimpinan tidak responsitif terhadap kebutuhan dan aspirasi para bawahannya.

12. Adanya asumsi bahwa dalam organisasi terdapat berbagai kepentingan yang diperkirakan tidak dapat atau sulit diserasikan.

v  Strategi Penyelesaian Konflik

1.      Menghindar
Menghindari konflik dapat dilakukan jika isu atau masalah yang memicu konflik tidak terlalu penting atau jika potensi konfrontasinya tidak seimbang dengan akibat yang akan ditimbulkannya. Penghindaran merupakan strategi yang memungkinkan pihak-pihak yang berkonfrontasi untuk menenangkan diri.namun pendekatan ini menurut saya kurang baik,kenapa ? kalau kita menghindari konflik yang terjadi bukankah nantinya malah akan menimbulkan konflik yang lebih besar. Lebih baik menerima konflik tersebut lalu meluruskan permasalahannya lalu diskusikan agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar.

2.      Mengakomodasi
Memberi kesempatan pada orang lain untuk mengatur strategi pemecahan masalah, khususnya apabila isu tersebut penting bagi orang lain. Hal ini memungkinkan timbulnya kerjasama dengan memberi kesempatan pada mereka untuk membuat keputusan. Perawat yang menjadi bagian dalam konflik dapat mengakomodasikan pihak lain dengan menempatkan kebutuhan pihak lain di tempat yang pertama.

3.      Kompetisi
Gunakan metode ini jika anda percaya bahwa anda memiliki lebih banyak informasi dan keahlian yang lebih dibanding yang lainnya atau ketika anda tidak ingin mengkompromikan nilai-nilai anda. Metode ini mungkin bisa memicu konflik tetapi bisa jadi merupakan metode yang penting untuk alasan-alasan keamanan.

4.      Kompromi atau Negosiasi
Masing-masing memberikan dan menawarkan sesuatu pada waktu yang bersamaan, saling memberi dan menerima, serta meminimalkan kekurangan semua pihak yang dapat menguntungkan semua pihak.

5.      Memecahkan Masalah atau Kolaborasi
Pemecahan sama-sama menang dimana individu yang terlibat mempunyai tujuan kerja yang sama dalam penyelesain masalahnya.

v  Contoh Konflik dan Penyelesaiannya
1. Contoh: masalah perbedaan pendapat atau tujuan antar organisasi
Adanya perbedaan pendapat dan tujuan antar individu dapat dirundingkan dengan organisasi atau dapat dirundingkan bersama. Dan jika pendapat salah satunya atau salah satu kelompoknya yang diterima organisasi itu, individu atau kelompok itu harus menerima dengan baik karna sudah keputusan bersama.

2. Contoh: suatu organisasi bersaing untuk mencapai sesuatu tujuan sama dengan cara berbeda-beda.
Jika terjadi konflik antar organisasi atau bersaing antar organisasi, semua organisasi yang bersaing bisa bersaing secara sehat atau sportif dan tidak adanya dendam satu sama lain.

KESIMPULAN
            Konflik organisasi ialah suatu perbedaan pendapat, tujuan antar individu, kelompok atau organisasi. Contoh konflik: dalam satu organisasi anggota-anggotanya pasti memiliki pendapat berbeda-beda dan dari situ pun terjadi konflik dalam satu organisasi dan dapat diselesaikan dengan perundingan bersama oleh semua anggota organisasi tersebut. Dan setiap konflik memiliki penyelesaian yang berbeda-beda.


  
SUMBER       :





Sabtu, 03 Oktober 2015

Organisasi

Organisasi

Pengertian Organisasi

Organisasi pada dasarnya berasal dari bahasa yunani yang berarti alat. Organisasi dapat diartikan sebagai suatu kelompok yang bekerja sama dengan berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama

Ciri-ciri Organisasi

Ilmu organisasi merupakan ilmu yang penting dimiliki, karena dalam kehidupan kita tidak lepas dari organisasi. Di mulai dari lingkungan yang sederhana dari keluarga, hingga struktur yang rumit seperti organisasi pemerintah.

Pada dasarnya organisasi hanya memiliki 4 ciri-ciri yaitu
Mempunyai Tujuan dan Sasaran untuk dicapai dalam Organisasi.
Mempunyai aturan yang harus ditaati oleh anggota dari Organisasi tersebut.
Mempunyai pembagian kerja atau bisa disebut juga kerjasama.
Ada yang mengkoordinasi tugas dan wewenang.

Unsur-unsur Organisasi
Anggota organisasi

Orang-orang yang melaksanakan pekerjaan organisasi, membentuk organisasi serta terlibat dalam beberapa kegiatan primer. Orang-orang ini terlibat juga dalam kegiatan pemikiran-pemikiran yang meliputi konsep-konsep, penggunaan bahasa, pemecahan masalah, dan pembentukan gagasan. Mereka juga terlibat dalam kegiatan-kegiatan perasaan yang mencakup emosi, keinginan, dan aspek-aspek perilaku manusia lainnya yang bukan aspek intelektual. Mereka juga terlibat dalam kegiatan self-moving (mencakup kegiatan fisik). Dan mereka terlibat juga dalam kegiatan elektrokimia yang mencakup brain synaps (daerah kontak otak tempat impuls saraf ditransmisikan hanya ke satu arah).

Pekerjaan dalam organisasi

Pekerjaan ini terdiri dari tugas-tugas formal dan tugas-tugas informal. Tugas-tugas ini menghasilkan produk dan memberikan pelyanan organisasi. Pekerjaan ini ditandai oleh tiga dimensi universal :
Isi
Keperluan
Konteks
Praktik-praktik pengelolaan

Man

Man (orang-orang), dalam kehidupan organisasi atau ketatalembagaan sering disebut dengan istilah pegawai atau personnel. Pegawai atau personnel terdiri dari semua anggota atau warga organisasi, yang menurut fungsi dan tingkatannya terdiri dari unsur pimpinan (administrator) sebagai unsur pimpinan tertinggi dalam organisasi, para manajer yang memimpin suatu unit satuan kerja sesuai dengan fungsinya masing-masing dan para pekerja (non-management/workers). Semua itu secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.

Kerjasama

Kerjasama merupakan suatu perbuatan bantu-membantu akan suatu perbuatan yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Oleh karena itu, semua anggota atau semua warga yang menurut tingkatan-tingkatannya dibedakan menjadi administrator, manajer, dan pekerja (workers), secara bersama-sama merupakan kekuatan manusiawi (man power) organisasi.

Tujuan bersama

Tujuan merupakan arah atau sasaran yang dicapai. Tujuan menggambarkan tentang apa yang akan dicapai atau yang diharapkan. Tujuan merupakan titik akhir tentang apa yang harus dikerjakan. Tujuan juga menggambarkan tentang apa yang harus dicapai melalui prosedur, program, pola (network).

Peralatan (equipment)

Unsur yang keempat adalah peralatan atau equipment yang terdiri dari semua sarana, berupa materi, mesin-mesin, uang, dan barang modal lainnya (tanah, gedung/bangunan/kantor).

Lingkungan (evironment)

Faktor lingkungan misalnya keadaan sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi. kebijaksanaan (policy), strategi, anggaran (budgeting), dan peraturan-peraturan (regulation) yang telah ditetapkan. Dan juga beberapa tujuan tertentu

Tipe dan Bentuk Organisasi

Organisasi Formal
Memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yangan menerangkan hubungan-hubungan otoritas, kekuasaan, dan tanggung jawabnya.
Contoh organisasi formal:
Persuahaan-perusahaan besar
Badan badan pemerintahan
Perguruan tinggi

Organisasi Informal
Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dibentuk baik secara sadar maupun tidak sadar, dan sering kali sulit untuk menentukan waktu seseorang menjadi anggota organisasi tersebut.
Contoh organisasi informal:
Pertemuan-pertemuan tidak resmi

Struktur dan Skema Organisasi

Struktur Organisasi
Struktur Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu perusahaan ,sedangkan disetiap komponen dari organisasi tersebut adalah saling tergantung,yang apabila setiap bagian dapat dikeloladengan baik maka organisasi tersebutpun akan ikut membaik.
Sedangkan pengorganisasian (Organizing) adalah proses pengaturan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang diinginkan dengan memperhatikan lingkungan yang ada.hal ini akan sangat mempengaruhi dalam kelancaran atau kesejahteraan organisasi tersebut,lingkunan adalah faktor yang sangat mempengaruhi.tentu dalam tujuan sebuah organisasi yang baik tidak akan mengorbankan lingkungan sekitar demi kepentingan organisasinya semata.
Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :
1. Bentuk Vertikal
2. Bentuk Mendatar / horizontal
3. Bentuk Lingkaran / circular
4. Bentuk Setengah lingkaran / semi Sircular
5. Bentuk Elliptical
6. Bentuk Piramida terbalik (Invented Piramid)

Bagan organisasi adalah suatu upaya dengan tulisan atau lisan untuk menunjukan tingkatan organisasi.
Bagan mendatar ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.
Bagan Lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.
Bagan Setengah lingkaran ialah bentuk bagan organisasi yang saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya.
Bagan Elips ialah bentuk bagan satuan organisasi yang saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat Elips kea rah bidang elips.

Skema Organisasi
Macam-macam Skema Organisasi
a.       Berdasarkan teknik atau cara membuatnya :
          – Skema organisasi Tegak Lurus dari atas kebawah
          – Skema organisasi Mendatar dari kiri kekanan
          – Skema organisasi gabungan Tegak Lurus dan Mendatar
          – Skema organisasi Lingkaran
          – Skema organisasi Gambar

b.       Berdasarkan isi atau fungsi didalamnya :

Skema Organisasi Fungsional
Menjelaskan tentang letak dari fungsi-fungsi tugas dalam hubungannya dengan fungsi-fungsi yang lain dan saling berkaitan antara satu dengan yang lain.
Skema Organisasi Jabatan
Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan jabatan masing-masing, tetang cara bekerja, apa yang harus ia lakukan dan pencapaian yang ia dapatkan.
Skema Organisasi Nama
Menjelaskan tentang garis wewenang yang harus dianut sesuai dengan nama-nama para pejabat yang bersangkutan, yang mengejarkan pekerjaan sesuai dengan bidangnya
Skema Organisasi Nama dan Jabatan
Menggabungkan antara masing-masing jabatan dengan masing-masing nama para pejabat dalam suatu organisasi.
Skema Organisasi Struktur
Menjelaskan tingkatan jenjang antara unit-unit dalam organisasi tersebut, dan juga fungsi-fungsi antara bagian-bagian itu satu sama lain yang saling berhubungan dan juga saling membantu.

Pengertian Manajemen

Manajemen adalah seni melaksanakan dan mengatur. Manajemen secara universal belum memiliki difenisi yang tepat dan dapat diterima. Mary Parker Follet mendifinisikan manajemen sebagai seni menyelesaikan pekerjaan tapi melalui orang lain, artinya seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.Untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien, manajemen perlu melewati beberapa proses , yaitu proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya.

Pengertian Tata Kerja
Tata Kerja adalah cara dimana yang bertujuan untuk mencapai tingkat efesien dan maksimal dengan cara melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dan berhasil sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

Source :
http://google.com
http://maliqren.wordpress.com/2011/11/27/ciri-ciri-organisasi/
http://zeincom.wordpress.com/2011/10/22/cuoto/

 

Atikah Rachmawati Template by Ipietoon Cute Blog Design